Selasa, 20 November 2012

RPP diskusi

Kumpulan rpp diskusi

A. RPP diskusi tipe TPS
B. RPP diskusi tipe beach group
C. RPP diskusi tipe beach ball


A. RPP diskusi tipe TPS

     1. Inti dan Radioaktivitas


RANCANGAN RENCANA PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan      : SMU
Mata Pelajaran            : Fisika
Kelas / Semester          : XIII / genap
Pokok Bahasan           : Inti dan Radioktifitas
Sub Pokok Bahasan    : Prinsip Reaktor
Alokasi Waktu            : 1 x 45 menit
 


I.      STANDAR KOMPETENSI :
4.    Menentukan konsep fisika inti dan radioktifitas dalam kehidupan sehari-hari.

II.     KOMPETENSI  DASAR  :
4.1 Mengidentifikasi karakteristik inti atom dan radioaktivitas.

III.    INDIKATOR :

A.    Kognitif
1.      Produk  :
1)      Menjelaskan partikel penyusun inti atom
2)      Menjelaskan karakteristik radioaktivitas.
3)      Mengidentifikasi karakterikstik inti atom dan radioaktivitas.
4)     Mendeskripsikan pemanfaatan radioaktif dalam teknologi dan kehidupan sehari-hari.
2.      Proses :
Mengobservasi alat besrta fungsi dan manfaaat radioaktif dalam kehidupan sehari-hari, meliputi:
1)      Mengobservasi
2)      Menganalisis data
3)      Menyimpulkan
B.     Psikomotor
Melakukan observasi alat beserta fungsi dan manfaat radioaktif dalam kehidupan sehari-hari
C.     Afektif :
1.      Karakter                          : bertanggung jawab,  jujur, kreatif,
 menghargai pendapat teman.
2.      Keterampilan sosial        : bertanya, menyumbangkan ide atau
  gagasan   sendiri, menanggapi pendapat  
  teman.
IV.        TUJUAN PEMBELAJARAN
A.    Kognitif
1.        Produk :
1) Dengan diberikan lembar evaluasi siswa, secara mandiri siswa dapat menjelaskan partikel penyusun atom inti atom sesuai dengan kunci LP Produk butir 1.
2) Dengan diberikan lembar evaluasi siswa, secara mandiri siswa dapat menjelaskan pengertian inti  radioaktivitas  sesuai dengan kunci LP Produk butir 2
3) Dengan diberikan lembar evaluasi siswa, secara mandiri siswa dapat membedakan Kohesi dan Adhesi sesuai dengan kunci LP Produk butir 2
4) Dengan diberikan lembar evaluasi siswa, secara mandiri siswa dapat mendiskripsikan pomanfatan radioaktif dalam kehidupan sehari hari sesuai dengan kunci LP Produk butir 3
2.      Proses :
Dengan diberikan LKS siswa dapat menggambarkan skema perubahan wujud zat.
B. Psikomotor :
                           Disediakan alat dan bahan agar siswa mampu untuk melakukann    
                           Percobaan perubahan wujud zat.

C.             Afektif
1.  Dalam proses belajar mengajar yang berpusat pada siswa, siswa dinilai Membuat Kemajuan dalam menunjukkan karakter tanggung jawab, kejujuran,  kreatif, dan menghargai pendapat teman.
2.   Dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa, siswa dinilai Membuat Kemajuan dalam menunjukkan keterampilan sosial bertanya, menyumbangkan ide atau gagasan sendiri, menanggapi pendapat teman.

V.          MATERI PEMBELAJARAN
A. Inti Atom
          Konsep adanya inti atom pertama kali dinyatakan oleh Rutherford dari hasil serangkaian eksperimennya untuk menguji model atom yang dikemukakan oleh Thomson dengan percobaan yang terkenal dengan nama hamburan Rutherford. Dari eksperimen ini Rutherford menyimpulkan bahwa massa seluruh atom terkumpul pada suatu titik yang disebut inti atom yang bermuatan positif. Muatan positif yang terdapat pada inti atom sama dengan jumlah muatan elektron yang bergerak mengelilingi inti. Partikel yang bermuatan positif dalam inti atom disebut proton. Kemudian ditemukannya neutron oleh James Chadwich yang juga merupakan partikel yang ada dalam inti atom tetapi tidak bermuatan (netral). Dengan demikian inti atom tersusun oleh dua partike yaitu proton dan neutron, proton bermuatan positif sedangka neutron netral yang selanjutnya proton dan neutron ini disebut nukleon atau nuklida. Massa neutron hampir sama dengan proton, hanya saja massa neutron lebih besar sedikit dibandingkan massa proton. Ukuran inti atom berkisar pada 10-15 m, sehingga massa partikelnya sangat kecil. Satuan massa untuk inti atom dipakai satuan massa atom yang disingkat sma di mana 1 sma = 1,6604 × 10-27 kg. 1 sma didefinisikan sama dengan massa atom 6C12 . Dewasa ini perkembangan teknologi nuklir terjadi sangat pesat. Isotop radioaktivitas telah banyak dipergunakan untuk berbagai keperluan dalam bidang penelitian maupun dalam bidang industri, pertanian, kedokteran, dan kelautan.
1)      Gaya Ikat Inti
          Telah diketahui bahwa inti atom terdiri atas proton dan neutron, padahal antara proton dan neutron adalah bermuatan positif dan netral. Menurut hukum Coulomb, hal tersebut akan menimbulkan gaya elektrostatis, yaitu berupa gaya tolakmenolak. Akan tetapi mengapa proton-proton tersebut dapat menyatu di dalam inti atom. Sebenarnya dalam inti atom terdapat interaksi gaya gravitasi dan gaya elektrostatis, akan tetapi gaya gravitasi dapat diabaikan terhadap gaya elektrostatis. Jadi pasti ada gaya lain yang menyebabkan proton-proton dalam inti atom dapat menyatu. Gaya yang menyebabkan nulkeon bisa bersatu di dalam inti disebut gaya ikat inti. Gaya gravitasi menyebabkan gaya tarik-menarik antarmassa nukleon, yaitu proton dengan proton, proton dengan neutron, atau neutron dengan neutron, sedangkan gaya elektrostatis menyebabkan gaya tolak-menolak antara muatan proton dan proton. Gaya ikat inti lebih besar dibandingkan gaya gravitasi dan gaya elektrostatis. Gaya ikat inti bekerja antara proton dengan proton, proton dengan neutron, atau neutron dengan neutron. Gaya ikat inti bekerja pada jarak yang sangat dekat sampai dengan jarak pada diameter inti atom (10-15 m).
2)      Energi Ikat Inti
          Hubungan antara massa inti atom dengan energi ikat inti dapat dijelaskan dengan teori yang dikemukakan oleh Albert Einstein yang menyatakan hubungan antara massa dan energi yang dinyatakan dalam persamaan E = mc2. Di mana E adalah energi yang timbul apabila sejumlah m (massa) benda berubah menjadi energi dan c adalah cepat rambat gelombang cahaya.Dari hasil pengukuran massa inti atom selalu lebih kecil dari jumlah massa nukleon pada inti atom tersebut, penyusutan/pengurangan massa ini disebut defek massa. Besarnya penyusutan massa inti akan berubah menjadi energi ikat inti
B. Radioaktivitas
Inti atom yang memiliki nomor massa besar memiliki energi ikat inti yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan nomor massa menengah. Kecenderungan inti atom yang memiliki nomor massa besar misalnya uranium 235 kecenderungan tidak stabil akan memancarkan energi dalam bentuk sinar radioaktif.Pengamatan tentang aktivitas inti dimulai dari Henry Becquerel yang menyelidiki tentang gejala fosforesensi dan fluoresensi. Fosforesensi yaitu peristiwa berpendarnya zat setelah cahaya yang menyinari zat tersebut dihentikan, sedangkan fluoresensi yaitu peristiwa berpendarnya zat pada saat zat tersebut mendapatkan sinar. Dalam penyelidikan Becquerel, unsur uranium selalu memancarkan sinar radiasi meskipun unsur tersebut disimpan di tempat yang tidak terkena cahaya dalam waktu yang lama. Sinar radiasi berasal dari dalam inti atom. Selanjutnya Piere Curie dan Marie Curie menyelidiki sinar radiasi yang berasal dari inti atom, yang kemudian menemukan dua unsur yang selalu memancarkan sinar radiasi yang kemudian dinamakan 300 Fisika SMA/MA XII Poloniun dan Radium. Unsur yang selalu memancarkan sinar radiasi tersebut dinamakan unsur radioaktif (isotop radioaktif). Inti atom yang tidak stabil selalu memancarkan secara spontan sinar radioaktif, sehingga akhirnya akan diperoleh inti atom yang stabil. Peristiwa pemancaran sinar radioaktif secara spontan disebut radioaktivitas atau peluruhan radioaktif.
1)      Sinar Radioaktif
               Isotop radioaktif yang mampu memancarkan sinar radioaktif kebanyakan adalah unsur-unsur yang mempunyai nomor massa besar, yaitu lebih dari 200. Pemancaran sinar radioaktif dibedakan menjadi tiga, yaitu sinar ᵅ, ᵝ,dan .Pemancaran sinar radioaktif tersebut akan menyebabkan terjadinya perubahan nukleon pada inti atom sehingga inti atom akan berubah menjadi inti atom yang lain. Inti atom sebelum terjadi peluruhan disebut inti induk dan inti atom yang terjadi setelah peluruhan disebut inti anak. Jika inti anak yang terbentuk masih bersifat radioaktif, akan secara spontan meluruh sehingga akhirnya akan diperoleh inti yang stabil.

VI.          MODEL PEMBELAJARAN
Model     : Pembelajaran Kooporatif Jiksaw
Metode   : Observasi dan Diskusi


 
VII.          KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

KEGIATAN (Waktu)

FASE

                               KEGIATAN GURU                          
TERLAKSANA /TIDAK
IYA
TIDAK









Awal







Tahap 1
Menyampaikan tujuan dan mengatur setting

1.       Memotivasi siswa dengan memberikan gambar  dan video tentang radioaktif dan memberikan contoh – contoh dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan hal tersebut.



2.       Kemudian setelah diberikan motivasi tersebut, guru menanyakan kepada siswa apa manfaat dari unsur radioaktif bagi manusia?”(Jawaban siswa : reaktor nuklir,reaktor daya,reaktor penelitian,Reaktor Produksi Isotop).


3.       Guru menyampaikan tujuan pembelajaran











Inti



Tahap 2
Mengarahkan diskusi
1.       Guru mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar (3kelompok). Setiap kelompok terdiri dari 4 siswa heterogen.


2.       Siswa diberikan contoh melalui gambar yang ditampilkan di power point tentang contoh-contoh radioaktif yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian siswa diminta untuk menjelaskan pengertian radiaktif.


3.       Siswa diminta untuk menjelaskan macam-macam radiaktif beserta contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Guru memonitor interaksi para siswa dalam menanggapi pendapat orang lain.


Tahap 3
Menyelenggarakan Diskusi
4.       Siswa diminta untuk mengerjakan Lembar Kerja Siswa tersebut. Kemudian meminta siswa menyelidiki maam-macam radioaktif dalam kehidupan nyata berdasarkan konsep . Selanjutnya siswa diminta untuk mengisi tabel pengamatan dan menyimpulkan hasil pengamatan, meminta masing-masing kelompok untuk mendiskusikan dan menuliskan hasil pengamatannya serta mempresentasikannya.



Tahap – 4
Mengakhiri
diskusi
5.       Setelah menemukan kesimpulan, guru memantapkan pemahaman siswa dengan memberikan sedikit informasi tentang konsep inti atom dan radioaktivitas.



6.    Guru membimbing siswa untuk menjawab permasalahan pada motivasi awal.


7.     Guru membimbing siswa menyimpulkan materi mengenai reaksi inti.





Penutup
Tahap – 5
Melakukan tanya jawab singkat tentang proses diskusi itu
8.    Guru mengecek pemahaman siswa dengan memberikan beberapa pertanyaan.Kemudian menutup pembelajaran dengan memberi  evaluasi pada siswa sebagai alat untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa.




V.           SUMBER PEMBELAJARAN
Buku siswa
Lembar kegiatan siswa
Handout
Evaluasi
VI.        PENILAIAN

DAFTAR PUSTAKA

Handayani, Sri dkk. 2009. Fisika 3 Untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta :PusatPerbukuan
DepartemenPendidikanNasional.



    
2. Teori Atom


RENCANA  PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan           : SMA
Mata Pelajaran                  : Fisika
Kelas / Semester               : XII/II
Standar Kompetensi    : 3.  Menganalisis berbagai besaran fisis pada gejala kuantum da batas-batas berlakunya relativitas Einstein dalam paradigma fisika  modern.
 


A.      KOMPETENSI DASAR
3.2 Mendeskripsikan perkembangan teori atom

B.       INDIKATOR
1.   Kognitif
a.    Produk
1)   Mendefinisikan pengertian atom
2)   Mendeskripsikan perkembangan teori atom
3) Memformulasikan struktur atom berelektron banyak berdasarkan teori mekanika kuantum
b.   Proses
Melakukan studi literatur untuk menemukan pengetahuan tentang konsep atom, meliputi:
1)      Definisi atom
2)      Model dan asumsi atom menurut pakar fisika
3)      Formulasi struktur atom berelektron banyak berdasarkan terori mekanika kuantum


2.   Psikomotor
a.  Melatihkan keterampilan siswa dalam menemukan pengetahuan mereka sendiridalam memahami mateti teori atom.
b.      Melatihkan kemandirian siswa untuk menemukan pemahaman  dalam materi teori atom.
3.  Afektif
a.       Karakter : bertanggung jawab,  jujur, kreatif, menghargai pendapat teman.
b.   Keterampilan sosial : bertanya, menyumbangkan ide atau gagasan   sendiri, menanggapi pendapat teman.

C.      TUJUAN PEMBELAJARAN
1.      Kognitif
a.      Produk
1.    Dengan menggunakan kalimat sendiri siswa dapat mendefinisikan pengertian atom
2.    Secara mandiri siswa dapat mendeskripsikan perkembangan teori atom
3. Secara madiri siswa dapat memformulasikan struktur atom berelektron banyak berdasarkan teori mekanika kuantum
c.    Proses
Setelah melakukan kegiatan studi literatur diharapkan siswa dapat mencari, menemukan dan mendeskripsikan tentang teori perkembangan atom.
2.      Psikomotor
a.    Memantapkan  keterampilan siswa dalam menemukan pengetahuan mereka sendiridalam memahami mateti teori atom.
b.  Meningkatkan kemandirian siswa untuk menemukan pemahaman  dalam materi teori atom.
3.      Afektif
a.  Dalam  proses belajar mengajar yang berpusat pada siswa, siswa dinilai Membuat Kemajuan dalam menunjukkan karakter tanggung jawab, kejujuran,  kreatif, dan menghargai pendapat teman.
b.    Dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa, siswa dinilai Membuat Kemajuan dalam menunjukkan keterampilan sosial bertanya, menyumbangkan ide atau gagasan sendiri, menanggapi pendapat teman.

D.          MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN :
         Model Pembelajaran            : Diskusi tipe TPS ( Think-pair-share )     
         Metode Pembelajaran          : Percobaan, Tanya Jawab dan Pemberian Tugas

E.       PERANGKAT PEMBELAJARAN
a.         Silabus
b.         Handout
c.         LES
d.        Lembar penilaian

F.       MATERI PEMBELAJARAN
Dalam perkembangan model atom untuk mendapatkan teori yang lebih tepat sesuai fakta-fakta hasil eksperimen, selalu mengalami modifikasi.Model atom yang lebih baru merupakan hasil penyaempurnaan model atom yang lama yang tidak sesuai lagi dengan fakta eksperimen yang ditemukan.
1.         Model Atom Dalton
Teori atom Dalton yang berkaitan dengan perkembangan model atom adalah bahwa atom mempunyai bentuk bola kecil dan atom tersebut merupakan partikel terkecil dari materi.
2.    Model Atom Thomson
Pada tahun 1987, J.J.Thomson menemukan adanya elektron dalam suatu atom.Dengan ditemukannya elektron oleh Thomson terpaksa model atom Dalton ditingalkan karena dalam atom masih ada partikel-partikel yang lebih kecil.Thomson menggambarkan mosel atomnya sebagai berikut:
     “Atom merupakan suatu bola yang bermuatan positif,dimana pada tempat tertentu didalam bola tersebut terdapat elektron-elektron yang bermuatan negatif.Pengambarannyaseperti halnya kismis didalam roti kismis.Jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan negatif sehingga atom bersifat netral” 
3.    Model Atom Rutherfod
            Pada tahun 1911, Ruthrfod mengembangkan model atom yang baru yang menggugurkan model atom dari thomson.Rutherfod mengemukakan bahwa dalam atom seluruh muatan positif terletak dipusat atom.Muatan positif ini yang disebut inti atom.Sedangkan elektron bermuatan negatif beredar disekelling inti atom.Karena atom netral, muatan inti dengan muatan elektron jumlahnya sama.
4.    Model Atom Niels Bohr
a.       Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif di dalam suatu lintasan.
b.   Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke yang lain dengan menyerap atau memancarkan energi sehingga energi elektron atom itu tidak akan berkurang. Jika berpindah lintasan ke lintasan yang lebih tinggi maka elektron akan menyerap energi. Jika beralih ke lintasan yang lebih rendah maka akan memancarkan energi.

G.      SUMBER PELAJARAN
1.                                        Handout
2.                                        Evaluasi

A.      KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

a.                            Pendahuluan ( 5 menit)
Kegiatan
( waktu )
Fase
Kegiatan Guru
Terlaksana / Tidak
Awal
Tahap-1
Menyampaikan Tujuan dan Mengatur setting

1.    Guru memotivasi siswa dengan cara menunjukkan sebatang kapur, kemudian guru meminta seorang siswa untuk memegang kapur tersebut. Kemudian guru meminta siswa untuk meminta siswa memotong kapur menjadi 2 bagian. Setelah kapur terpotong menjadi dua guru menanyakan kepada siswa apa nama dari kapur yang telah dipotong itu. Kemudian kapur terus dipotong hingga menadi kecil.


2.   Kemudian menanyakan kepada sswa apa nama bagian yang kecil itu. Dari kegiatan tersebut diharapkan sswa dapat mengetahui bahwa sekecil apapun kapur dipotong-potong namanya tetaplah kapur. Sehingga kemudian diharapkan timul pertanyaan: ”Mengapa kapur yang sudah dipotong kecil sekali namanya tetaplah sebuah kapur?”


3.    Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.


b.                            Kegiatan Inti ( 30 menit )

Kegiatan
( Waktu )
Fase
Kegiatan Guru
Terlaksana / Tidak
Inti
Tahap 2
Mengarahkan Diskusi
1.         Guru mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar
( 3kelompok ). Setiap kelompok terdiri dari 4 siswa heterogen.

2.       Siswa diberikan gambar yang ditampilkan di power point tentang perkembangan model atom Kemudian siswa diminta untuk menjelaskan pengertian atom.

Tahap 3
Menyelanggarakan Diskusi
3.       Siswa diminta untuk macam-macam perkembangan model atom. Guru memonitor interaksi para siswa dalam menanggapi pendapat orang lain.

4.      Siswa diminta untuk melakukan studi literatur dan meminta siswa untuk mencatat dan merangkum materi yang berkaitan dengan perkembangan model aom dan struktur atom. Sehingga siswa memperoleh kesimpulan dari kegiatan studi literatur yang dilakukan siswa.

Tahap – 4
Mengakhiri diskusi
5.        Setelah menemukan kesimpulan, guru memantapkan pemahaman siswa dengan memberikan sedikit informasi tentang konsep atom dan teori perkembangan model atom.

Tahap-4
Mengakhiri Diskusi
6.       Guru membimbing siswa untuk menemukan jawaban dari permasalahan awal

7.    Guru membimbing siswa untuk dapat menyebutkan macam - macam perkembangan model atom beserta kelebihan dan kekurangan masing-masing teori perkombangan model atom tersebut.






c.                             Penutup

Kegiatan
( Waktu )
Fase
Kegiatan Guru
Terlaksana / Tidak
Penutup
Tahap – 5
Melakukan tanya jawab singkat tentang proses diskusi itu
8.    Guru mengecek pemahaman siswa dengan memberikan beberapa petanyaan. Kemudian menutup pembelajaran dengan memberi siswa evaluasi untuk dikerjakan dirumah.


DAFTAR PUSTAKA

Budiyanto, Joko. 2009. Fisika SMA/MA Kelas XII. Jakarta : Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional

Handayani, Sri dkk. 2009. Fisika 3 Untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional


3. Listrik Dinamis



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan    : SMA
Mata Pelajaran          : FISIKA
Materi Pokok             : LISTRIK DINAMIS
Sub Materi Pokok     : penerapan listrik AC dan DC
Kelas / Semester       : XI/ II
                                 Alokasi Waktu          : 1 x 45 Menit
                                                                                              
I.              STANDAR KOMPETENSI
5. Menerapkan konsep kelistrikan dalam berbagai penyelesaian masalah dan berbagai produk teknologi.
II.            Kompetensi Dasar
5.2   Mengidentifikasi penerapan listrik AC dan DC dalam kehidupan sehari-hari.
III.          Indikator
A.Kognitif:
a.Menjelaskan konsep listrik arus bolak balik ( AC) dan arus searah ( DC).
b.Menjelaskan karteristik rangkaian listrik arus bolak balik ( AC) dan arus searah ( DC).
c.Menjelaskan perbedaan antara arus bolak-balik (AC) dengan arus searah (DC).
B. Psikologi:
a. Merangkai sebuah rangkaian listrik arus bolak balik ( AC) dan arus searah ( DC).



C. Afektif :
a. Karakter
1. Melatih sikap ingin tahu terhadap materi.
2. Melatih sikap jujur pada saat percobaan.
3. Melatih sikap disiplin pada saat pengumpulan tugas dengan tepat waktu sesuai waktu yang telah ditentukan.
4. Berfikir logis dan kritis pada saat diberikan suatu permasalahan.
b. Keterampilan sosial:
1. Mengajukan pertanyaan, mengajukan pendapat.
2. Mengelola pertanyaan yang diberikan oleh guru melalui diskusi atau kerja kelompok dan menghargai adanya keberagaman yang ada pada saat melakukan diskusi.
3. Mengharagai pendapat orang lain.
IV.         TUJUAN PEMBELAJARAN
A.Kognitif:
a. Diberikan suatu pertanyaan, siswa dapat menjelaskan konsep listrik arus bolak balik ( AC) dan arus searah ( DC).
b. Diberikan suatu pertanyaan, siswa dapat menjelaskan karteristik rangkaian listrik arus bolak balik ( AC) dan arus searah ( DC).
c. Diberikan suatu perntanyaan, Siswa dapat menjelaskan perbedaan antara arus bolak-balik (AC) dengan arus searah (DC).
B.Psikologi:
a. Diberikan alat dan bahan, siswa dapat merangkai sebuah rangkaian listrik arus bolak balik ( AC) dan arus searah ( DC).
C.Afektif:
a. Karakter:
Pada saat KBM, siswa memiliki sikap ingin tahu terhadap materi, sikap jujur pada saat percobaan, dan melatih sikap disiplin pada saat pengumpulan tugas dengan tepat waktu sesuai waktu yang telah ditentukan.
b. Keterampilan sosial :
      Pada saat KBM, siswa dapat mengajukan pertanyaan, mengelola pertanyaan yang diberikan oleh guru, dan dapat menghargai pertanyaan orang lain.

V.             Materi Ajar
Dalam rangkaian listrik kita mengenal adanya 2 sumber listrik yang mengalir, yaitu AC dan DC dimana AC merupakan rangkaian arus bolak-balik dan rangkaian DC merupakan rangkaian arus searah. Karakteristik dari AC dan DC juga pastinya berbeda. Dalam kehidupan sehari-hari, arus AC hanya berada pada tegangan PLN dan arus DC berada pada baterai. Nilai tegangan yang dimiliki oleh PLN adalah 220v berbeda dengan baterai yang hanya 9 v, dan 1,5 v.
Jika seseorang terkena sebuah tegangan AC dia pastinya kesetrum karena tegangan nya besar sekali berbeda dengan tegangan DC. Dalam suatu rangkaian yang hanya terdiri dari sebuah resistor dan sumber AC maupun DC memiliki loop yang berbeda pula.

VI.         MODEL PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran     : Pembelajaran Diskusi
         Tipe Pembelajaran        : TPS (Think Pair Share)
         Metode Pembelajaran   : Diskusi, percobaan, dan presentasi

VII.       Sumber Pembelajaran
1.      Handout
2.      Lembar Kerja Siswa
3.      Lembar Evaluasi Siswa
4.      Buku pelajaran
5.      Silabus, RPP

VIII.     ALAT DAN BAHAN
1. Sumber tegangan dc............................................................. 2 buah
2. Ampere meter ...................................................................... 3 buah
3. Multi meter........................................................................... 2 buah
4. Tahanan 100Ω, ..................................................................... 1 buah
5. Tahanan 50Ω, ....................................................................... 1 buah
6. Tahanan 200Ω, ..................................................................... 1 buah
   7. Kabel penghubung................................................................. secukupnya


IX.          Kegiatan Belajar Mengajar
A.     Pendahuluan
1.      Motivasi
 “ Dalam kehidupan sehari-hari sering kita temui contoh penerapan dari rangkaian listrik. Seperti contohnya rangkaian yang di bawa ibu guru berikut ini.
Guru memulai dengan nyambungkan kabel penghubung dari lampu menuju ke baterai senter yang belum diisi baterai kemudian menyalakannya, kemudian memutuskan arus listrik dari baterai ke lampu
 “ Bagaimana sebuah lampu  bisa nyala dengan menghubungkan dengan  baterai, apa yang ada di dalam baterai tersebut sehingga bisa menyalakan lampu senter?
1.      Menggali pengetahuan awal siswa tentang materi rangkaian listrik berdasarkan motivasi awal.
2.      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran tentang pembelajaran hari ini

B.      Kegiatan inti
             Fase 1 : Menyampaikan tujuan diskusi hari ini, yaitu menjelaskan konsep arus listrik bolak-balik  (AC) dan arus searah (DC), menjelaskan karakteristik tentang rangakaian arus bolak-balik dan arus searah, serta menjelaskan perbedaan antara arus searah (DC) dengan arus bolak-balik (AC).
1.         Mengatur setting dari kegiatan diskusi yang akan dilakukan, antara lain:
-       Waktu
*        Alokasi waktu                 1 x 45 menit
*        Pendahuluan                      5     menit
*        Kegiatan diskusi                 25    menit
*        Mengakhiri diskusi             5    menit
*        Tanya jawab                          5   menit
-          Tempat duduk diatur sesuai kelompok, dimana guru membagi siswanya dalam 10 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 2 siswa yang saling berhadapan agar mudah melaksanakan proses diskusi.
-          Pembicara  dalam proses diskusi adalah guru sebagai pemimpin dan seluruh siswa yang telah dikelompokkan sebagai peserta diskusi.

Fase 2 : Mengarahkan Diskusi
·      Aturan dasar meliputi :
-        Diskusi dimulai setelah guru menunjuk kepada salah satu kelompok untuk membuat soal kepada pasangannya sebagai tanda dimulainya diskusi.
-        Memberikan kesempatan kepada pasangan dalam satu kelompoknya untuk menjawab pertanyaan yang diajukan pasangan kelompoknya.
-        Setiap siswa diberi kesempatan secara sama untuk bertanya dan mengajukan pendapatnya dengan cara bergiliran masing-masing kelompok secara bergantian.
-        Bagi siswa yang pasif guru berhak menunjuk siswa tersebut secara langsung untuk mengajukan pertanyaan berikutnya atau bahkan menjawab pertanyaan yang ada tanpa menunggu giliran kelompok.
-        Setiap siswa yang dapat memberikan pertanyaan atau pendapatnya dalam satu kelompok akan mendapatkan poin. Poin yang terkumpul akan diakumulasikan di akhir diskusi.
·      Fokus Materi
Materi yang akan disampaikan mengenai arus bolak-balik (AC) dan arus searah (DC) pada suatu rangkaian.  Fokus pada arus searah (DC) dan arus bolak-balik (AC), sumber tegangan yang diberikan AC maupun DC, dan rangkaian listrik yang diberikan.
·      Teknis Pelaksanaan
Tipe diskusi yang dipakai adalah sistem TPS (Think Pair Share) dengan mengikuti aturan diskusi yang telah ditentukan.

Fase 3 : Menyelenggarakan Diskusi
1.      Meminta siswa untuk bergabung bersama kelompok yang telah ditentukan di awal pembelajaran.
2.      Membagikan handout dan LKS 1 (Mengamati arus listrik dan kuat arus listrik dalam rangkaian tertutup sederhana) dan meminta siswa bersama kelompok membaca handout dan mendiskusikan LKS 1 yang telah diberikan.
3.      Memonitor dan membimbing siswa untuk melakukan percobaan sesuai dengan LKS 1.
4.      Meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi yang telah diperoleh tersebut.
5.      Mengajukan pertanyaan kepada semua siswa sebagai awal dimulainya diskusi.
6.      Mendengarkan gagasan siswa.
7.      Menanggapi gagasan siswa.
8.      Melaksanakan tugas sebagai pemimpin diskusi.
9.      Membuat catatan diskusi.
10.  Menyampaikan gagasan diskusi.

Fase 4 : Mengakhiri Diskusi
1.         Menulis materi yang akan dirangkum secara eksplisit (rinci dan jelas)
2.         Bersama siswa menyimpulkan hasil diskusi yang telah dilakukan

Fase 5 :Tanya jawab atau Review Singkat tentang Proses Diskusi)
·      Menanyakan tentang proses diskusi kepada seluruh siswa ”Apakah menemui kesulitan dalam pelaksanaan proses diskusi ?”.

C.      Kegiatan Akhir (5 menit)
Fase 6 : Tahap Penutup
·         Guru bersama siswa membuat ringkasan dari materi yang telah dipelajari mengenai rangkaian AC dan DC. Dan menjawab pertanyaan pada kegiatan awal tadi, besar kuat arus di dalam suatu penghantar sebanding dengan beda potensial. Hal ini dikenal sebagai hukum ohm. I = V/R, hambatan suatu penghantar pada suhu tertentu ditentukan oleh panjang (l), hambatan jenis penghantar (r) dan luas penampang kawat penghantar (A), dirumuskan: R = ρ 1/A, dan beberapa sumber tegangan searah yang dirangkai paralel tidak akan merubah besar tegangan total, namun hanya meningkatkan arus listrik yang masuk.
·         Guru Memberi tugas evaluasi sebagai pemantapan.
·         Guru meminta siswa untuk mempelajari materi berikutnya yang akan dipelajari.
·         Guru menutup kegiatan pembelajaran.


X.     SUMBER PEMBELAJARAN
1.      Handout Listrik Dinamis.
2.      Lembar Kerja Siswa dan kunci lembar kerja siswa.
3.      Lembar Evaluasi Siswa dan kunci.
4.      Lembar Penilaian Diskusi dan Presentasi.
5.      Lembar Penilaian Psikomotor.
6.      Lembar Penilaian Afektif Siswa.






Daftar Pustaka

Dewi Ganawati, Sudarmana, Wiwik Radyuni, 2008, Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu dan Konstektual IX: SMP/MTs Kelas IX, - Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. (buku sekolah elektronik/bse).
Elok Sudibyo, Wahono Widodo, 2008, Mari Belajar Ilmu Pengetahuan Alam: SMP/MTs Kelas IX, - Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. (buku sekolah elektronik/bse).