Kumpulan rpp diskusi
B. RPP diskusi tipe beach group
C. RPP diskusi tipe beach ball
A. RPP diskusi tipe TPS
1. Inti dan Radioaktivitas
RANCANGAN RENCANA PEMBELAJARAN
Satuan
Pendidikan : SMU
Mata
Pelajaran : Fisika
Kelas /
Semester : XIII / genap
Pokok
Bahasan : Inti dan Radioktifitas
Sub Pokok
Bahasan : Prinsip Reaktor
Alokasi
Waktu : 1 x 45 menit
I. STANDAR KOMPETENSI :
4.
Menentukan konsep
fisika inti dan radioktifitas dalam kehidupan sehari-hari.
II. KOMPETENSI DASAR :
4.1 Mengidentifikasi karakteristik
inti atom dan radioaktivitas.
III. INDIKATOR :
A. Kognitif
1. Produk :
1) Menjelaskan partikel penyusun inti atom
2) Menjelaskan karakteristik radioaktivitas.
3) Mengidentifikasi karakterikstik inti atom dan
radioaktivitas.
4) Mendeskripsikan pemanfaatan radioaktif dalam
teknologi dan kehidupan sehari-hari.
2. Proses :
Mengobservasi
alat besrta fungsi dan manfaaat radioaktif dalam kehidupan sehari-hari,
meliputi:
1) Mengobservasi
2) Menganalisis data
3) Menyimpulkan
B. Psikomotor
Melakukan
observasi alat beserta fungsi dan manfaat radioaktif dalam kehidupan
sehari-hari
C. Afektif :
1. Karakter :
bertanggung jawab, jujur, kreatif,
menghargai
pendapat teman.
2. Keterampilan sosial : bertanya, menyumbangkan ide atau
gagasan sendiri, menanggapi
pendapat
teman.
IV.
TUJUAN
PEMBELAJARAN
A.
Kognitif
1.
Produk :
1) Dengan
diberikan lembar evaluasi siswa, secara mandiri siswa dapat menjelaskan partikel
penyusun atom inti atom sesuai dengan kunci LP Produk butir 1.
2) Dengan
diberikan lembar evaluasi siswa, secara mandiri siswa dapat menjelaskan
pengertian inti radioaktivitas sesuai dengan kunci LP Produk butir 2
3) Dengan
diberikan lembar evaluasi siswa, secara mandiri siswa dapat membedakan Kohesi
dan Adhesi sesuai dengan kunci LP Produk butir 2
4) Dengan
diberikan lembar evaluasi siswa, secara mandiri siswa dapat mendiskripsikan pomanfatan radioaktif dalam
kehidupan sehari hari sesuai dengan kunci LP Produk butir 3
2.
Proses :
Dengan diberikan LKS siswa dapat menggambarkan
skema perubahan wujud zat.
B. Psikomotor :
Disediakan alat dan bahan agar siswa mampu
untuk melakukann
Percobaan perubahan wujud
zat.
C.
Afektif
1. Dalam proses
belajar mengajar yang berpusat pada siswa, siswa dinilai Membuat Kemajuan dalam menunjukkan
karakter tanggung jawab, kejujuran,
kreatif, dan menghargai
pendapat teman.
2. Dalam proses
belajar mengajar berpusat pada siswa, siswa dinilai Membuat Kemajuan dalam menunjukkan keterampilan sosial bertanya, menyumbangkan ide atau gagasan
sendiri, menanggapi pendapat teman.
V.
MATERI
PEMBELAJARAN
A. Inti
Atom
Konsep
adanya inti atom pertama kali dinyatakan oleh Rutherford dari hasil serangkaian
eksperimennya untuk menguji model atom yang dikemukakan oleh Thomson dengan
percobaan yang terkenal dengan nama hamburan Rutherford. Dari eksperimen ini
Rutherford menyimpulkan bahwa massa seluruh atom terkumpul pada suatu titik
yang disebut inti atom yang bermuatan positif. Muatan positif yang terdapat
pada inti atom sama dengan jumlah muatan elektron yang bergerak mengelilingi
inti. Partikel yang bermuatan positif dalam inti atom disebut proton.
Kemudian ditemukannya neutron oleh James Chadwich yang juga merupakan
partikel yang ada dalam inti atom tetapi tidak bermuatan (netral). Dengan
demikian inti atom tersusun oleh dua partike yaitu proton dan neutron,
proton bermuatan positif sedangka neutron netral yang selanjutnya proton dan
neutron ini disebut nukleon atau nuklida. Massa neutron hampir
sama dengan proton, hanya saja massa neutron lebih besar sedikit dibandingkan
massa proton. Ukuran inti atom berkisar pada 10-15 m, sehingga massa
partikelnya sangat kecil. Satuan massa untuk inti atom dipakai satuan massa
atom yang disingkat sma di mana 1 sma = 1,6604 × 10-27 kg. 1 sma
didefinisikan sama dengan massa atom 6C12 . Dewasa ini perkembangan teknologi
nuklir terjadi sangat pesat. Isotop radioaktivitas telah banyak dipergunakan
untuk berbagai keperluan dalam bidang penelitian maupun dalam bidang industri,
pertanian, kedokteran, dan kelautan.
1)
Gaya Ikat Inti
Telah
diketahui bahwa inti atom terdiri atas proton dan neutron, padahal antara
proton dan neutron adalah bermuatan positif dan netral. Menurut hukum Coulomb,
hal tersebut akan menimbulkan gaya elektrostatis, yaitu berupa gaya
tolakmenolak. Akan tetapi mengapa proton-proton tersebut dapat menyatu di dalam
inti atom. Sebenarnya dalam inti
atom terdapat interaksi gaya gravitasi dan gaya elektrostatis, akan tetapi gaya
gravitasi dapat diabaikan terhadap gaya elektrostatis. Jadi pasti ada gaya lain
yang menyebabkan proton-proton dalam inti atom dapat menyatu. Gaya yang
menyebabkan nulkeon bisa bersatu di dalam inti disebut gaya ikat inti.
Gaya gravitasi menyebabkan gaya tarik-menarik antarmassa nukleon, yaitu proton
dengan proton, proton dengan neutron, atau neutron dengan neutron, sedangkan
gaya elektrostatis menyebabkan gaya tolak-menolak antara muatan proton dan
proton. Gaya ikat inti lebih besar dibandingkan gaya gravitasi dan gaya
elektrostatis. Gaya ikat inti bekerja antara proton dengan proton, proton
dengan neutron, atau neutron dengan neutron. Gaya ikat inti bekerja pada jarak
yang sangat dekat sampai dengan jarak pada diameter inti atom (10-15 m).
2)
Energi Ikat Inti
Hubungan
antara massa inti atom dengan energi ikat inti dapat dijelaskan dengan teori
yang dikemukakan oleh Albert Einstein yang menyatakan hubungan antara massa dan
energi yang dinyatakan dalam persamaan E = mc2. Di mana E adalah energi
yang timbul apabila sejumlah m (massa) benda berubah menjadi energi dan c
adalah cepat rambat gelombang cahaya.Dari hasil pengukuran massa inti atom
selalu lebih kecil dari jumlah massa nukleon pada inti atom tersebut,
penyusutan/pengurangan massa ini disebut defek massa. Besarnya penyusutan
massa inti akan berubah menjadi energi ikat inti
B. Radioaktivitas
Inti atom yang memiliki nomor
massa besar memiliki energi ikat inti yang relatif lebih kecil dibandingkan
dengan nomor massa menengah. Kecenderungan inti atom yang memiliki nomor massa
besar misalnya uranium 235 kecenderungan tidak stabil akan memancarkan energi
dalam bentuk sinar radioaktif.Pengamatan tentang aktivitas inti dimulai dari Henry Becquerel yang menyelidiki
tentang gejala fosforesensi dan fluoresensi. Fosforesensi yaitu
peristiwa berpendarnya zat setelah cahaya yang menyinari zat tersebut
dihentikan, sedangkan fluoresensi yaitu peristiwa berpendarnya zat pada
saat zat tersebut mendapatkan sinar. Dalam penyelidikan Becquerel, unsur
uranium selalu memancarkan sinar radiasi meskipun unsur tersebut disimpan di
tempat yang tidak terkena cahaya dalam waktu yang lama. Sinar radiasi berasal
dari dalam inti atom. Selanjutnya Piere
Curie dan Marie Curie menyelidiki
sinar radiasi yang berasal dari inti atom, yang kemudian menemukan dua unsur
yang selalu memancarkan sinar radiasi yang kemudian dinamakan 300 Fisika SMA/MA XII Poloniun
dan Radium. Unsur yang selalu memancarkan sinar radiasi tersebut
dinamakan unsur radioaktif (isotop radioaktif). Inti atom yang tidak
stabil selalu memancarkan secara spontan sinar radioaktif, sehingga akhirnya
akan diperoleh inti atom yang stabil. Peristiwa pemancaran sinar radioaktif
secara spontan disebut radioaktivitas atau peluruhan radioaktif.
1) Sinar
Radioaktif
Isotop
radioaktif yang mampu memancarkan sinar radioaktif kebanyakan adalah
unsur-unsur yang mempunyai nomor massa besar, yaitu lebih dari 200. Pemancaran
sinar radioaktif dibedakan menjadi tiga, yaitu sinar ᵅ, ᵝ,dan ᵞ.Pemancaran sinar radioaktif tersebut akan
menyebabkan terjadinya perubahan nukleon pada inti atom sehingga inti atom akan
berubah menjadi inti atom yang lain. Inti atom sebelum terjadi peluruhan
disebut inti induk dan inti atom yang terjadi setelah peluruhan disebut inti
anak. Jika inti anak yang terbentuk masih bersifat radioaktif, akan secara
spontan meluruh sehingga akhirnya akan diperoleh inti yang stabil.
VI.
MODEL
PEMBELAJARAN
Model : Pembelajaran Kooporatif Jiksaw
Metode : Observasi dan Diskusi
VII.
KEGIATAN
BELAJAR MENGAJAR
|
KEGIATAN (Waktu)
|
FASE
|
KEGIATAN GURU
|
TERLAKSANA /TIDAK
|
|
|
IYA
|
TIDAK
|
|||
|
Awal
|
Tahap 1
Menyampaikan tujuan dan mengatur setting
|
1.
Memotivasi siswa dengan memberikan gambar dan video tentang radioaktif
dan memberikan contoh – contoh dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan
dengan hal tersebut.
|
|
|
|
2.
Kemudian setelah diberikan motivasi tersebut, guru
menanyakan kepada siswa apa manfaat dari unsur radioaktif bagi
manusia?”(Jawaban siswa : reaktor nuklir,reaktor daya,reaktor
penelitian,Reaktor Produksi Isotop).
|
|
|
||
|
3.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
|
|
|
||
|
Inti
|
Tahap 2
Mengarahkan diskusi
|
1.
Guru mengorganisasikan siswa ke dalam
kelompok-kelompok belajar (3kelompok). Setiap kelompok terdiri dari 4 siswa
heterogen.
|
|
|
|
2.
Siswa diberikan contoh melalui gambar yang
ditampilkan di power point tentang contoh-contoh radioaktif yang ada dalam
kehidupan sehari-hari. Kemudian siswa diminta untuk menjelaskan pengertian
radiaktif.
|
|
|
||
|
3.
Siswa diminta untuk menjelaskan macam-macam
radiaktif beserta contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Guru memonitor
interaksi para siswa dalam menanggapi pendapat orang lain.
|
|
|
||
|
Tahap 3
Menyelenggarakan
Diskusi
|
4. Siswa diminta untuk mengerjakan Lembar Kerja
Siswa tersebut. Kemudian meminta siswa menyelidiki maam-macam radioaktif dalam kehidupan nyata
berdasarkan konsep .
Selanjutnya siswa diminta untuk mengisi tabel pengamatan dan menyimpulkan
hasil pengamatan, meminta masing-masing kelompok untuk mendiskusikan dan menuliskan hasil pengamatannya
serta mempresentasikannya.
|
|
|
|
|
|
Tahap – 4
Mengakhiri
diskusi
|
5. Setelah menemukan
kesimpulan, guru memantapkan pemahaman siswa dengan memberikan sedikit
informasi tentang konsep inti
atom dan radioaktivitas.
|
|
|
|
6. Guru membimbing siswa untuk menjawab
permasalahan pada motivasi awal.
|
|
|
||
|
7. Guru membimbing siswa menyimpulkan materi
mengenai reaksi inti.
|
|
|
||
|
Penutup
|
Tahap – 5
Melakukan
tanya jawab singkat tentang proses diskusi itu
|
8. Guru mengecek pemahaman siswa dengan
memberikan beberapa pertanyaan.Kemudian menutup pembelajaran dengan memberi evaluasi pada siswa sebagai alat untuk
mengetahui tingkat pemahaman siswa.
|
|
|
V.
SUMBER PEMBELAJARAN
Buku siswa
Lembar
kegiatan siswa
Handout
Evaluasi
VI.
PENILAIAN
DAFTAR
PUSTAKA
Handayani, Sri dkk. 2009. Fisika 3 Untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta
:PusatPerbukuan
DepartemenPendidikanNasional.
2. Teori Atom
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran :
Fisika
Kelas / Semester :
XII/II
Standar
Kompetensi : 3. Menganalisis berbagai besaran fisis pada gejala kuantum da batas-batas
berlakunya relativitas Einstein dalam paradigma fisika modern.
A. KOMPETENSI DASAR
3.2 Mendeskripsikan perkembangan teori atom
B. INDIKATOR
1. Kognitif
a. Produk
1) Mendefinisikan pengertian atom
2) Mendeskripsikan perkembangan teori atom
3) Memformulasikan struktur atom berelektron
banyak berdasarkan teori mekanika kuantum
b. Proses
Melakukan studi literatur
untuk menemukan pengetahuan tentang konsep atom, meliputi:
1) Definisi atom
2) Model dan asumsi atom menurut pakar fisika
3) Formulasi struktur atom berelektron banyak
berdasarkan terori mekanika kuantum
2. Psikomotor
a. Melatihkan keterampilan siswa dalam menemukan pengetahuan mereka
sendiridalam memahami mateti teori atom.
b. Melatihkan kemandirian siswa untuk
menemukan pemahaman dalam materi teori
atom.
3. Afektif
a. Karakter : bertanggung jawab, jujur,
kreatif, menghargai pendapat teman.
b. Keterampilan sosial : bertanya,
menyumbangkan ide atau gagasan sendiri,
menanggapi pendapat teman.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Kognitif
a. Produk
1. Dengan menggunakan kalimat sendiri siswa
dapat mendefinisikan pengertian atom
2. Secara mandiri siswa dapat mendeskripsikan
perkembangan teori atom
3. Secara madiri siswa dapat memformulasikan
struktur atom berelektron banyak berdasarkan teori mekanika kuantum
c. Proses
Setelah melakukan kegiatan
studi literatur diharapkan siswa dapat mencari, menemukan dan mendeskripsikan tentang
teori perkembangan atom.
2. Psikomotor
a. Memantapkan keterampilan siswa dalam menemukan
pengetahuan mereka sendiridalam memahami mateti teori atom.
b. Meningkatkan kemandirian siswa untuk
menemukan pemahaman dalam materi teori
atom.
3. Afektif
a. Dalam proses belajar
mengajar yang berpusat pada siswa, siswa dinilai Membuat Kemajuan dalam
menunjukkan karakter tanggung jawab, kejujuran,
kreatif, dan menghargai pendapat teman.
b. Dalam proses
belajar mengajar berpusat pada siswa, siswa dinilai Membuat Kemajuan dalam
menunjukkan keterampilan sosial bertanya, menyumbangkan ide atau gagasan
sendiri, menanggapi pendapat teman.
D.
MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN :
Model
Pembelajaran : Diskusi tipe TPS
( Think-pair-share )
Metode
Pembelajaran : Percobaan, Tanya
Jawab dan Pemberian Tugas
E. PERANGKAT
PEMBELAJARAN
a.
Silabus
b.
Handout
c.
LES
d.
Lembar
penilaian
F. MATERI PEMBELAJARAN
Dalam
perkembangan model atom untuk mendapatkan teori yang lebih tepat sesuai
fakta-fakta hasil eksperimen, selalu mengalami modifikasi.Model atom yang lebih
baru merupakan hasil penyaempurnaan model atom yang lama yang tidak sesuai lagi
dengan fakta eksperimen yang ditemukan.
1.
Model Atom Dalton
Teori
atom Dalton yang berkaitan dengan perkembangan model atom adalah bahwa atom
mempunyai bentuk bola kecil dan atom tersebut merupakan partikel terkecil dari
materi.
2.
Model Atom Thomson
Pada
tahun 1987, J.J.Thomson menemukan adanya elektron dalam suatu atom.Dengan
ditemukannya elektron oleh Thomson terpaksa model atom Dalton ditingalkan
karena dalam atom masih ada partikel-partikel yang lebih kecil.Thomson
menggambarkan mosel atomnya sebagai berikut:
“Atom
merupakan suatu bola yang bermuatan positif,dimana pada tempat tertentu didalam
bola tersebut terdapat elektron-elektron yang bermuatan
negatif.Pengambarannyaseperti halnya kismis didalam roti kismis.Jumlah muatan
positif sama dengan jumlah muatan negatif sehingga atom bersifat netral”
3. Model
Atom Rutherfod
Pada tahun 1911, Ruthrfod
mengembangkan model atom yang baru yang menggugurkan model atom dari
thomson.Rutherfod mengemukakan bahwa dalam atom seluruh muatan positif terletak
dipusat atom.Muatan positif ini yang disebut inti atom.Sedangkan elektron
bermuatan negatif beredar disekelling inti atom.Karena atom netral, muatan inti
dengan muatan elektron jumlahnya sama.
4. Model
Atom Niels Bohr
a. Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan
dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif di dalam suatu lintasan.
b. Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke yang
lain dengan menyerap atau memancarkan energi sehingga energi elektron atom itu
tidak akan berkurang. Jika berpindah lintasan ke lintasan yang lebih tinggi
maka elektron akan menyerap energi. Jika beralih ke lintasan yang lebih rendah
maka akan memancarkan energi.
G. SUMBER PELAJARAN
1.
Handout
2.
Evaluasi
A. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
a.
Pendahuluan ( 5 menit)
|
Kegiatan
( waktu )
|
Fase
|
Kegiatan Guru
|
Terlaksana / Tidak
|
|
Awal
|
Tahap-1
Menyampaikan Tujuan dan
Mengatur setting
|
1.
Guru memotivasi siswa dengan cara menunjukkan
sebatang kapur, kemudian guru meminta seorang siswa untuk memegang kapur
tersebut. Kemudian guru meminta siswa untuk meminta siswa memotong kapur
menjadi 2 bagian. Setelah kapur terpotong menjadi dua guru menanyakan kepada
siswa apa nama dari kapur yang telah dipotong itu. Kemudian kapur terus
dipotong hingga menadi kecil.
|
|
|
2.
Kemudian menanyakan kepada sswa apa nama bagian
yang kecil itu. Dari kegiatan tersebut diharapkan sswa dapat mengetahui bahwa
sekecil apapun kapur dipotong-potong namanya tetaplah kapur. Sehingga
kemudian diharapkan timul pertanyaan: ”Mengapa kapur yang sudah dipotong
kecil sekali namanya tetaplah sebuah kapur?”
|
|
||
|
3.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
|
|
b.
Kegiatan Inti ( 30 menit )
|
Kegiatan
( Waktu )
|
Fase
|
Terlaksana / Tidak
|
|
|
Inti
|
Tahap 2
Mengarahkan Diskusi
|
1.
Guru
mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar
( 3kelompok ). Setiap kelompok terdiri dari 4 siswa
heterogen.
|
|
|
2.
Siswa diberikan gambar yang ditampilkan di power point
tentang perkembangan model atom Kemudian siswa diminta untuk menjelaskan
pengertian atom.
|
|
||
|
Tahap 3
Menyelanggarakan Diskusi
|
3. Siswa diminta untuk
macam-macam perkembangan model atom. Guru memonitor interaksi para siswa
dalam menanggapi pendapat orang lain.
|
|
|
|
4.
Siswa diminta untuk melakukan studi
literatur dan meminta siswa untuk mencatat dan merangkum materi yang
berkaitan dengan perkembangan model aom dan struktur atom. Sehingga siswa memperoleh kesimpulan dari kegiatan studi
literatur yang dilakukan siswa.
|
|
||
|
Tahap – 4
Mengakhiri diskusi
|
5.
Setelah menemukan kesimpulan, guru memantapkan
pemahaman siswa dengan memberikan sedikit informasi tentang konsep atom dan teori
perkembangan model atom.
|
|
|
|
Tahap-4
Mengakhiri Diskusi
|
6.
Guru membimbing siswa untuk menemukan jawaban dari
permasalahan awal
|
|
|
|
7.
Guru membimbing siswa untuk dapat menyebutkan macam - macam perkembangan model atom beserta
kelebihan dan kekurangan masing-masing teori perkombangan model atom
tersebut.
|
|
c.
Penutup
|
Kegiatan
( Waktu )
|
Fase
|
Kegiatan Guru
|
Terlaksana / Tidak
|
|
Penutup
|
Tahap – 5
Melakukan tanya jawab singkat tentang proses
diskusi itu
|
8.
Guru mengecek pemahaman siswa dengan memberikan
beberapa petanyaan. Kemudian menutup pembelajaran dengan memberi siswa
evaluasi untuk dikerjakan dirumah.
|
|
DAFTAR PUSTAKA
Budiyanto, Joko.
2009. Fisika SMA/MA Kelas XII.
Jakarta : Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional
Handayani, Sri dkk. 2009. Fisika 3 Untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta : Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional
3. Listrik Dinamis
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan :
SMA
Mata Pelajaran :
FISIKA
Materi Pokok :
LISTRIK DINAMIS
Sub Materi Pokok :
penerapan listrik AC dan DC
Kelas / Semester :
XI/ II
Alokasi
Waktu : 1 x 45 Menit
I.
STANDAR
KOMPETENSI
5. Menerapkan konsep
kelistrikan dalam berbagai penyelesaian masalah dan berbagai produk teknologi.
II.
Kompetensi Dasar
5.2
Mengidentifikasi penerapan listrik AC dan DC dalam kehidupan sehari-hari.
III.
Indikator
A.Kognitif:
a.Menjelaskan konsep listrik
arus bolak balik ( AC) dan arus searah ( DC).
b.Menjelaskan karteristik rangkaian listrik
arus bolak balik ( AC) dan arus searah ( DC).
c.Menjelaskan perbedaan antara arus bolak-balik (AC)
dengan arus searah (DC).
B.
Psikologi:
a. Merangkai sebuah rangkaian listrik
arus bolak balik ( AC) dan arus searah ( DC).
C.
Afektif :
a.
Karakter
1.
Melatih
sikap ingin tahu terhadap materi.
2. Melatih sikap jujur pada
saat percobaan.
3.
Melatih sikap disiplin
pada saat pengumpulan tugas dengan tepat waktu sesuai waktu yang telah
ditentukan.
4.
Berfikir
logis dan kritis pada saat diberikan suatu permasalahan.
b. Keterampilan sosial:
1.
Mengajukan pertanyaan, mengajukan pendapat.
2. Mengelola pertanyaan yang diberikan oleh guru melalui
diskusi atau kerja kelompok dan menghargai adanya keberagaman yang ada pada
saat melakukan diskusi.
3. Mengharagai pendapat orang lain.
IV.
TUJUAN PEMBELAJARAN
A.Kognitif:
a. Diberikan suatu pertanyaan, siswa dapat menjelaskan konsep listrik
arus bolak balik ( AC) dan arus searah ( DC).
b. Diberikan suatu pertanyaan, siswa dapat menjelaskan karteristik rangkaian listrik
arus bolak balik ( AC) dan arus searah ( DC).
c.
Diberikan suatu perntanyaan, Siswa dapat menjelaskan perbedaan antara arus
bolak-balik (AC) dengan arus searah (DC).
B.Psikologi:
a. Diberikan alat dan bahan, siswa dapat merangkai sebuah rangkaian listrik
arus bolak balik ( AC) dan arus searah ( DC).
C.Afektif:
a. Karakter:
Pada saat KBM, siswa memiliki sikap ingin tahu terhadap
materi, sikap
jujur pada saat percobaan, dan melatih
sikap disiplin pada saat pengumpulan tugas dengan tepat waktu sesuai waktu yang
telah ditentukan.
b. Keterampilan sosial :
Pada saat KBM, siswa dapat mengajukan
pertanyaan, mengelola pertanyaan yang diberikan oleh guru, dan dapat menghargai
pertanyaan orang lain.
V.
Materi Ajar
Dalam rangkaian listrik kita mengenal adanya 2 sumber
listrik yang mengalir, yaitu AC dan DC dimana AC merupakan rangkaian arus
bolak-balik dan rangkaian DC merupakan rangkaian arus searah. Karakteristik
dari AC dan DC juga pastinya berbeda. Dalam kehidupan sehari-hari, arus AC
hanya berada pada tegangan PLN dan arus DC berada pada baterai. Nilai tegangan
yang dimiliki oleh PLN adalah 220v berbeda dengan baterai yang hanya 9 v, dan
1,5 v.
Jika seseorang terkena sebuah tegangan AC dia pastinya
kesetrum karena tegangan nya besar sekali berbeda dengan tegangan DC. Dalam
suatu rangkaian yang hanya terdiri dari sebuah resistor dan sumber AC maupun DC
memiliki loop yang berbeda pula.
VI.
MODEL
PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran : Pembelajaran Diskusi
Tipe Pembelajaran :
TPS (Think Pair Share)
Metode
Pembelajaran : Diskusi, percobaan, dan
presentasi
VII.
Sumber Pembelajaran
1.
Handout
2.
Lembar
Kerja Siswa
3.
Lembar
Evaluasi Siswa
4.
Buku
pelajaran
5.
Silabus,
RPP
VIII.
ALAT DAN BAHAN
1.
Sumber tegangan dc............................................................. 2 buah
2.
Ampere meter ...................................................................... 3 buah
3.
Multi meter........................................................................... 2 buah
4.
Tahanan 100Ω, .....................................................................
1 buah
5.
Tahanan 50Ω, .......................................................................
1 buah
6.
Tahanan 200Ω, .....................................................................
1 buah
7. Kabel penghubung.................................................................
secukupnya
IX.
Kegiatan
Belajar Mengajar
A.
Pendahuluan
1.
Motivasi
“ Dalam kehidupan sehari-hari sering
kita temui contoh penerapan dari rangkaian listrik. Seperti contohnya
rangkaian yang di bawa ibu guru berikut ini.
Guru memulai dengan nyambungkan kabel penghubung dari lampu menuju ke baterai senter
yang belum diisi baterai kemudian menyalakannya, kemudian memutuskan
arus listrik dari baterai ke lampu
“
Bagaimana sebuah lampu bisa
nyala dengan menghubungkan dengan baterai, apa yang ada di dalam baterai
tersebut sehingga bisa menyalakan lampu senter? ”
1. Menggali
pengetahuan awal siswa tentang materi rangkaian listrik berdasarkan motivasi
awal.
2.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran tentang pembelajaran
hari ini
B. Kegiatan inti
Fase 1 :
Menyampaikan tujuan diskusi
hari ini, yaitu menjelaskan
konsep arus listrik bolak-balik (AC) dan arus searah (DC), menjelaskan
karakteristik tentang rangakaian arus bolak-balik dan arus searah, serta
menjelaskan perbedaan antara arus searah (DC) dengan arus bolak-balik (AC).
1.
Mengatur
setting dari kegiatan diskusi yang akan dilakukan, antara lain:
- Waktu
*
Alokasi
waktu 1 x 45 menit
*
Pendahuluan 5
menit
*
Kegiatan
diskusi 25 menit
*
Mengakhiri
diskusi 5
menit
*
Tanya
jawab 5 menit
-
Tempat
duduk diatur sesuai kelompok, dimana guru membagi siswanya dalam 10 kelompok
dan masing-masing kelompok terdiri dari 2 siswa yang saling berhadapan agar
mudah melaksanakan proses diskusi.
-
Pembicara dalam
proses diskusi adalah guru sebagai pemimpin dan seluruh siswa yang telah
dikelompokkan sebagai peserta diskusi.
Fase 2 : Mengarahkan
Diskusi
· Aturan dasar meliputi :
-
Diskusi dimulai setelah guru menunjuk kepada salah
satu kelompok untuk
membuat soal kepada pasangannya sebagai tanda dimulainya diskusi.
-
Memberikan
kesempatan kepada pasangan dalam satu kelompoknya untuk menjawab pertanyaan
yang diajukan pasangan kelompoknya.
-
Setiap siswa diberi kesempatan secara sama untuk bertanya dan mengajukan
pendapatnya dengan cara bergiliran
masing-masing kelompok secara bergantian.
-
Bagi siswa yang pasif guru berhak menunjuk siswa tersebut
secara langsung untuk mengajukan pertanyaan berikutnya atau bahkan menjawab
pertanyaan yang ada tanpa menunggu giliran kelompok.
-
Setiap siswa yang dapat memberikan pertanyaan atau pendapatnya
dalam satu
kelompok akan mendapatkan poin. Poin yang terkumpul akan
diakumulasikan di akhir diskusi.
· Fokus
Materi
Materi yang akan disampaikan mengenai arus
bolak-balik (AC) dan arus searah (DC) pada suatu rangkaian. Fokus pada arus
searah (DC) dan arus bolak-balik (AC), sumber tegangan yang diberikan AC maupun
DC, dan rangkaian listrik yang diberikan.
· Teknis
Pelaksanaan
Tipe diskusi yang dipakai adalah sistem TPS (Think Pair Share) dengan
mengikuti aturan diskusi yang telah ditentukan.
Fase 3 : Menyelenggarakan
Diskusi
1.
Meminta
siswa untuk bergabung bersama kelompok yang telah ditentukan di awal
pembelajaran.
2.
Membagikan
handout dan LKS 1 (Mengamati arus listrik dan kuat arus listrik dalam rangkaian
tertutup sederhana) dan meminta siswa bersama kelompok membaca handout dan
mendiskusikan LKS 1 yang telah diberikan.
3.
Memonitor
dan membimbing siswa untuk melakukan percobaan sesuai dengan LKS 1.
4.
Meminta
salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi yang telah diperoleh
tersebut.
5.
Mengajukan pertanyaan kepada semua siswa sebagai awal
dimulainya diskusi.
6.
Mendengarkan gagasan siswa.
7.
Menanggapi gagasan siswa.
8.
Melaksanakan tugas sebagai pemimpin diskusi.
9.
Membuat catatan diskusi.
10.
Menyampaikan gagasan diskusi.
Fase 4 : Mengakhiri
Diskusi
1.
Menulis materi yang akan dirangkum secara eksplisit
(rinci dan jelas)
2.
Bersama siswa menyimpulkan hasil diskusi yang telah
dilakukan
Fase 5 :Tanya jawab atau
Review Singkat tentang Proses Diskusi)
· Menanyakan
tentang proses diskusi kepada seluruh siswa ”Apakah menemui kesulitan dalam pelaksanaan proses diskusi ?”.
C. Kegiatan
Akhir (5 menit)
Fase 6 : Tahap Penutup
·
Guru
bersama siswa membuat ringkasan dari materi yang telah dipelajari mengenai rangkaian AC
dan DC. Dan menjawab
pertanyaan pada kegiatan awal tadi,
besar kuat arus di dalam
suatu penghantar sebanding dengan beda potensial. Hal ini dikenal sebagai hukum
ohm. I = V/R, hambatan
suatu penghantar pada suhu tertentu ditentukan oleh panjang (l), hambatan jenis
penghantar (r) dan luas penampang kawat penghantar (A), dirumuskan: R = ρ 1/A, dan beberapa sumber tegangan
searah yang dirangkai paralel tidak akan merubah besar tegangan
total, namun hanya meningkatkan arus listrik yang masuk.
·
Guru
Memberi tugas evaluasi sebagai pemantapan.
·
Guru
meminta siswa untuk mempelajari materi berikutnya yang akan dipelajari.
·
Guru
menutup kegiatan pembelajaran.
X. SUMBER PEMBELAJARAN
1.
Handout
Listrik Dinamis.
2.
Lembar
Kerja Siswa dan kunci lembar kerja siswa.
3.
Lembar
Evaluasi Siswa dan kunci.
4.
Lembar
Penilaian Diskusi dan Presentasi.
5.
Lembar
Penilaian Psikomotor.
Daftar Pustaka
Dewi
Ganawati, Sudarmana, Wiwik Radyuni, 2008, Pembelajaran
Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu dan
Konstektual IX: SMP/MTs Kelas IX, - Jakarta: Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional. (buku sekolah elektronik/bse).
Elok
Sudibyo, Wahono Widodo, 2008, Mari
Belajar Ilmu Pengetahuan Alam: SMP/MTs
Kelas IX, - Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional. (buku sekolah elektronik/bse).
